CIPTAKAN INOVASI BARU, LPG SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR POMPA AIR SAWAH
Modifikasi mesin pompa air Alkon menggunakan gas LPG sebagai pengganti BBM.
Lamongan - Pergantian musim membuat Petani ikan di Lamongan khususnya di Dusun Ngangkrik, Desa Balun, Kecamatan Turi, ini melakukan irigasi untuk mengisi sawah dengan air yang sebelumnya kering karena kemarau panjang. Lahan sawah yang lokasinya dekat saluran pembuangan, menggunakan mesin pompa untuk pengisian air menjadi salah satu solusinya.
Untuk memulai budidaya penebaran bibit ikan diperlukan air yang cukup agar ikan bisa beradaptasi dan hidup di tempat baru. Strategi para petani di daerah ini menggunakan pola budidaya bergilir antara ikan dengan padi. Jika musim kemarau tiba, petani mulai budidaya padi sampai sekitar 4 bulan. Setelah pergantian cuaca atau musim hujan, petani memanfaatkan sawah sebagai budidaya ikan. Selain ikan jenis nila, bandeng, ikan mas dll. Juga ada udang vanami yang biasanya dibudidayakan, karena cocok dengan jenis air yang ada di sawah.
Seorang petani di Dusun Ngangkrik, Sya'roni, mengatakan, di awal musim hujan seperti saat ini air masih sangat sulit didapatkan. Oleh karena itu, petani harus melakukan irigasi. Irigasi atau pengairan merupakan suatu usaha mendatangkan air dengan membuat bangunan kolam atau saluran-saluran untuk mengisi air ke sawah menggunakan mesin pompa. "Biasanya sumber air mengalir dari sungai, lalu saya menggunakan mesin pompa untuk memindahkan air ke sawah," ujar Sya'roni, petani ikan Dusun Ngangkrik, Jum'at (12/11/2021).
Ia menjelaskan, Sebenarnya mesin pompa air itu enak menggunakan bahan bakar bensin karena tidak ribet dan kekuatan mesin pompa bisa bekerja cepat. Tapi karena dimasa Pandemi ini menekan biaya pengeluaran dan ekonomi tidak stabil, petani ikan itu memutar otak untuk mencari solusi bagaimana mesin pompa air bisa bekerja tapa memerlukan biaya pengeluaran yang banyak.
"Untuk menghemat biaya pengeluaran, akhirnya saya membuat alternatif memodifikasi mesin pompa air menggunakan gas LPG sebagai bahan bakar pengganti Bensin." Ungkap petani ikan.
Menurutnya, penggunaan LPG lebih efektif empat kali lipat dari bahan bakar bensin. Dalam 13 jam waktu memompa air, hanya menghabiskan 1 gas LPG 3kg seharga Rp. 20.000. Dibandingkan dengan penggunaan bensin 1 liter harga Rp.10.000, sekitar 2 jam sudah habis.
Ia juga menegaskan, bahwa memodifikasi bahan bakar mesin pompa air dari bensin ke gas LPG cukup mudah. "Memang tidak sulit, hanya dengan menyalurkan aliran gas LPG melalui karburator, mesin pompa air sudah bisa bekerja," tandas Sya'roni.
Namun, keberhasilan Sya'roni memodifikasi mesin pompa air menggunakan
LPG itu masih belum banyak ditiru petani ikan lainnya. "Saya berharap agar para
petani di dusun Ngangkrik dan desa-desa lain mau mencoba memakai LPG sebagai
bahan bakar alternatif pengganti Bensin," ungkapnya.
Alfi Nurul Faridah/B71219058/JR
Komentar
Posting Komentar